Halalbihalal Kecamatan Sempor, Targetkan Keluar dari Belenggu Kemiskinan di 2026
SEMPOR – Kecamatan Sempor saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kebumen. Meski memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di tingkat kabupaten, Sempor justru menempati urutan kedua sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Isu ini menjadi bahasan utama dalam acara Halal Bihalal tingkat Kecamatan Sempor yang dihadiri Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di Pendopo Kecamatan, Sabtu 28 Maret 2026.
Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Wakil Ketua DPRD Kebumen Khalisha Adelia Aziza, jajaran Forkopimcam, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri 1447 H, pertemuan ini menjadi momentum koordinasi percepatan pembangunan di wilayah utara Kebumen tersebut.
Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya menekankan bahwa tahun 2026 merupakan fase penguatan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten. Ia memastikan bahwa infrastruktur yang menyentuh ekonomi rakyat akan menjadi prioritas.
"Kita dorong kemajuan nyata di Sempor melalui perbaikan infrastruktur, di antaranya perbaikan jalan Jatinegara-Purbowangi, jalan Kalirejo-Kenteng, hingga pelebaran jembatan di wilayah pondok pada ruas Pagebangan-Somagede. Ini adalah upaya kita memperbaiki aksesibilitas dan mendukung ekonomi masyarakat," tegas Bupati Lilis.
Senada dengan Bupati, Wakil Ketua DPRD Kebumen Khalisha Adelia Aziza menyoroti data kemiskinan Sempor yang memerlukan intervensi lintas sektor.
Ia berkomitmen mengawal aspirasi warga, termasuk program perlindungan perempuan dan anak melalui UPTD PPA.
Sementara itu, dr. Reza Mardhika dari DPRD Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa koordinasi dengan dinas terkait di provinsi telah dilakukan untuk menangani masalah lampu penerangan jalan dan titik-titik blank spot sinyal komunikasi di desa-desa terpencil seperti Donorojo.
"Kita harus kompak. Sempor punya potensi besar, namun butuh kerja ekstra agar terlepas dari belenggu kemiskinan. Saya membuka komunikasi luas bagi desa yang membutuhkan dukungan infrastruktur melalui aspirasi provinsi," ujar dr. Reza.
Camat Sempor, Marlan, mengingatkan seluruh jajaran kepala desa dan perangkat desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia meminta agar birokrasi tidak berbelit-belit sehingga masyarakat merasa diayomi.
Dalam rangkaian acara tersebut, Bupati Lilis juga menyerahkan tali asih secara simbolis kepada empat perangkat desa yang memasuki masa purna tugas dari Desa Sampang, Kedungjati, Tunjungseto, dan Kalibeji.
Para perangkat desa tersebut telah mengabdi antara 20 hingga 25 tahun. Pemberian tali asih ini merupakan bentuk solidaritas dari seluruh perangkat desa se-Kecamatan Sempor sebagai wujud penghargaan atas dedikasi mereka selama puluhan tahun.
IMG-20260328-WA0094.jpg
IMG-20260328-WA0095.jpg
IMG-20260328-WA0089.jpg
IMG-20260328-WA0097.jpg