Meriahnya Festival Walet Emas di TMII: Dari Pentas Ebleg Hingga Doorprize Motor dari Bupati Lilis
JAKARTA – Ribuan warga perantau asal Kebumen yang tergabung dalam berbagai komunitas memadati Museum Pelataran Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (26/4/2026).
Kehadiran mereka dalam rangka memeriahkan Festival Walet Emas 2026, sebuah agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas.
Acara ini menjadi ajang silaturahmi, pentas budaya, sekaligus memperingati Hari Kartini.
Tampak hadir Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, anggota DPR RI Darori Wonodipuro, anggota DPRD DKI Jakarta Dadiyono, serta anggota DPD RI Alfiansyah Bustami (Komeng).
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengaku sangat terkesan dengan suasana acara tersebut.
"Alhamdulillah, pada siang hari ini saya berdiri di depan Bapak/Ibu semua, rasanya saya tidak sedang di Jakarta. Suasananya bertahan seperti di kampung halaman sendiri. Bau kulinernya, suara logat bahasanya, sampai senyumnya benar-benar khas Kebumen. Tepuk tangan untuk Kebumen!" tutur Bupati Lilis.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan pengurus IWAKK Walet Emas yang berhasil menyelenggarakan acara di lokasi ikonik tersebut.
Ketua Panitia, Karin Astuti, menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung tema Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju, yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini.
Rangkaian acara berlangsung meriah dengan penampilan seni tradisional Kuda Lumping (Ebleg) dari 10 sanggar berbeda.
Kegembiraan warga semakin memuncak saat Bupati Lilis menyempatkan diri meninjau langsung panggung seni Ebleg.
Di sela-sela penampilan, Bupati Lilis berinteraksi dengan penonton dan memberikan kuis spontan berhadiah uang tunai total Rp600.000 untuk tiga orang pemenang.
Selain hiburan, festival ini menjadi etalase ekonomi kreatif melalui stan kuliner khas Kebumen. Antusiasme pengunjung terlihat dari pengakuan salah satu warga perantau asal Buluspesantren, Hajar Tatang Rohman, yang rela bersepeda selama 2,5 jam dari Tangerang demi mengobati rindu kampung halaman.
"Festival ini bagus sekali, harus terus dilestarikan," ujarnya.
Sektor UMKM pun meraup berkah. Melina, pelaku usaha Sate Ambal asal Ambalresmi yang kini tinggal di Cibitung, mengaku dagangannya laku keras.
“Luar biasa ramai, alhamdulillah hampir satu boks (700 tusuk) terjual habis,” kata Melina penuh syukur.
Ketua Umum IWAKK Walet Emas, Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan, menegaskan bahwa IWAKK adalah wadah resmi yang menuaungi sekitar 70 komunitas perantau dengan filosofi "Walet Emas" (Wani lan Ulet, Eling maring asale).
Senada dengan itu, Bupati Lilis menganalogikan warga Kebumen seperti burung walet.
"Sejauh mana pun terbang, ia akan selalu ingat jalan pulang ke sarangnya. Bekerjalah dengan hebat di perantauan, tapi jangan pernah lupa membangun kampung halaman," pesannya.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, turut memuji karakter warga Kebumen yang dikenal andap asor (rendah hati) dan selalu menjaga halus.
Sementara itu, Wamenhan RI Donny Ermawan mengajak warga untuk mensyukuri kondisi Indonesia yang aman dan terus memperkuat persatuan di tengah keberagaman agar kekayaan alam bangsa tidak menjadi celah adu domba.
Di sela acara juga dilangsungkan penyerahan santunan kepada anak yatim serta pembagian doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor dan motor listrik, yang salah satunya merupakan sumbangan dari Bupati Lilis Nuryani.
IMG-20260427-WA0017.jpg
IMG-20260427-WA0083.jpg
IMG-20260427-WA0072.jpg
IMG-20260427-WA0082.jpg
IMG-20260427-WA0090.jpg
IMG-20260427-WA0070.jpg
IMG-20260427-WA0064.jpg
IMG-20260427-WA0021.jpg
IMG-20260427-WA0023.jpg
IMG-20260427-WA0041.jpg