Pemkab Kebumen Klarifikasi Isu Miring Kebumen Fest, Pastikan Pelajar Gratis Masuk
KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen menanggapi unggahan konten di media sosial TikTok yang menyudutkan acara Kebumen Fest. Konten tersebut menarasikan banyak hal, mulai dari pelajar sekolah berbayar hingga sweeping isi tas.
Plt Kepala Dinas Kominfo, Wahyu Siswanti, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Agus Sunaryo, menjelaskan fakta sesungguhnya dalam konferensi pers, Jumat 29 Agustus 2025.
Pelajar Gratis Masuk, Tanpa Pungutan
Wahyu Siswanti menegaskan bahwa pelajar dengan seragam sekolah tidak dipungut biaya masuk sama sekali, mulai dari jam buka 08.00 hingga tutup 21.00 WIB.
"Selama mereka masih berseragam sekolah, boleh masuk gratis tanpa harus menunjukkan identitas," jelasnya.
Sementara itu Agus Sunaryo menambahkan bahwa yang luar biasa dari event ini dan berbeda dengan event tahun sebelumnya, sepanjang anak sekolah masih berseragam, sampai malam masih dibolehkan.
"Sampai hari ini tidak ada laporan ada sekolah yang diminta untuk membayar. Kalau dulu setelah jam 3 sore disweeping untuk dikeluarkan semua untuk persiapan konser. Kalau sekarang, misal sampai sore dia tidak pulang tidak masalah sepanjang berseragam," beber Agus.
Klarifikasi Isu Siswa Patah Tulang
Terkait kasus siswa yang mengalami patah tulang, Wahyu Siswanti meluruskan bahwa insiden tersebut terjadi saat anak bermain di area skateboard, bukan karena berdesakan.
"Sudah ditangani rumah sakit, dicover BPJS, dan anak itu sudah dibolehkan pulang ke rumah," kata Wahyu.
Tidak Ada Sweeping Makanan
Agus Sunaryo juga menjelaskan bahwa imbauan melalui surat edaran ke seluruh sekolah merupakan hal sama yang pernah dilakukan pada event 2022 dan 2023.
"Dalam surat tersebut juga ditegaskan bahwa tidak wajib semua hadir. Kuota maksimal 30 persen dari jumlah murid di sekolah," jelas Agus.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk meningkatkan literasi, pengetahuan budaya, dan potensi Kebumen.
Terkait isu larangan membawa bekal dan adanya sweeping, Agus dengan tegas membantahnya.
"Anak-anak bawa apa saja ya dibawa masuk. Tidak ada sweeping," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan barang bawaan yang ketat hanya diberlakukan untuk area konser sebagai tindakan preventif.
Testimoni dari Pihak Sekolah
Sejumlah perwakilan sekolah turut memberikan testimoni. Akhmad Makhsus, Waka Kesiswaan MAN 2 Kebumen mengatakan, ia memahami kondisi pintu masuk yang sempat berdesakan karena siswa datang berbarengan saat hujan.
"Kami memahami jika pintu dibuka, yang di dalam seperti apa kondisinya. Akan terjadi penumpukan luar biasa. Jadi tidak ada masalah sebenarnya," ujarnya.
Sementara itu Lina Kamilia dari TK Aisyiyah Desa Jatimulyo juga mengungkapkan bahwa kunjungan mereka lancar.
"Kami tidak ada unsur wajib datang. Justru kami ingin hadir. Tidak ada kewajiban untuk bayar bagi anak didik termasuk gurunya," tuturnya.
Sementara itu Sutarno dari SDN Pandansari Kecamatan Sruweng menegaskan bahwa muridnya membawa bekal dari rumah dan tidak ada sweeping.
Meski parkir di lapangan Syahzada Pejagoan dan berjalan kaki menuju ke lokasi, ia dan anak didiknya tidak keberatan.
"Tidak ada sweeping. Kami masuk ke lokasi Kebumen Fest dengan lancar," imbuhnya.
