Gala Dinner Summer School 2026: Langkah Strategis Kebumen Menuju Pusat Geokonservasi
KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen menjamu para pakar kebumian dan mahasiswa internasional dalam acara Gala Dinner Summer School Geokonservasi di Pendopo Kabumian, Jumat malam (8/5/2026). Acara ini menjadi simbol kolaborasi global untuk memperkuat posisi Geopark Kebumen di kancah internasional.
Membuka rangkaian acara, penampilan Tari Lawet dari Sanggar Keysa dan alunan paduan suara SMAN 1 Kebumen memukau tamu undangan yang berasal dari Aljazair, Pakistan, Jepang, Malaysia, hingga Prancis. Kehadiran para pengajar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) semakin mempertegas dimensi ilmiah dari pertemuan ini.
Dekan Fakultas Ilmu Bumi dan Teknologi ITB, Dr.techn. Dudy Darmawan Wijaya, ST, M.Sc., dalam Segalanya mengungkapkan ikatan emosional yang mendalam antara dunia akademik dengan bumi Kebumen. Ia menegaskan bahwa Karangsambung bukan lagi sekadar objek penelitian, melainkan bagian dari identitas para ilmuwan.
“Bagi kami, Kebumen, khususnya Karangsambung, sudah bukan lagi sekadar ruang intelektual, tetapi telah menjadi ruang batin, emosional, bahkan spiritual. Kami di ITB, khususnya Prodi Teknik Geologi, memiliki interaksi yang sangat panjang ke belakang. Kami datang ke sini untuk belajar dari kebijaksanaan lokal (kearifan lokal) dan berharap keberadaan kami mampu memberikan dampak nyata bagi warga,” ujar Dr. Dudy.
Visi besar mengenai masa depan Geopark Kebumen juga disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika. Ia menekankan bahwa Summer School pertama di Indonesia ini adalah bukti nyata visi daerah dalam melindungi warisan alam melalui jalur pendidikan dan penelitian.
Tujuan utama kami adalah agar Geopark Global UNESCO Kebumen menjadi Center of Excellence (pusat unggulan) dalam geokonservasi di Asia Tenggara. Ini adalah pintu terbuka untuk penelitian bersama dan pertukaran pengetahuan antara universitas global dan pemerintah daerah kami,” tegas dr. Reza.
Sementara itu Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam Berbagainya mengapresiasi pemilihan tema "Inovasi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan" yang dinilai sangat relevan dengan tantangan global saat ini.
Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menjadi mitra yang mendukung bagi para inovator dan akademisi.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi daerah kami menjadi tuan rumah bagi kaum muda berbakat dan para akademisi yang luar biasa. Saya berharap momen ini menjadi awal dari hubungan yang terus berkembang. Pemerintah Kabupaten Kebumen akan selalu terbuka, mendukung setiap inovasi, dan menyambut baik pertukaran pengetahuan seperti ini,” tutur Bupati Lilis.
Lebih lanjut, Bupati juga mengajak para peserta untuk mengeksplorasi kekayaan alam dan sejarah Kebumen, mulai dari keindahan Pantai Menganti, Goa Petruk, hingga Benteng Van Der Wijck.
“Saya berharap sekembalinya dari sini, Anda semua membawa ilmu, kenangan manis, serta cerita indah tentang Kabupaten Kebumen ke negara masing-masing,” tutupnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta mancanegara sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menjaga keberlangsungan ekologi melalui penelitian di Kabupaten Kebumen.
IMG-20260509-WA0066.jpg
IMG-20260509-WA0090.jpg
IMG-20260509-WA0068.jpg
IMG-20260509-WA0086.jpg
IMG-20260509-WA0067.jpg
IMG-20260509-WA0088.jpg
IMG-20260509-WA0087.jpg
IMG-20260509-WA0091.jpg
IMG-20260509-WA0085.jpg
IMG-20260509-WA0071.jpg