Refleksi Infrastruktur Jateng 2025, Dulu Retak Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang
SEMARANG – Dalam kurun sepuluh bulan kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu capaian paling nyata. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, hingga akhir 2025, sebanyak 94,01 persen jalan provinsi berada dalam kondisi mantap, hasil dari upaya berkelanjutan dan terencana.
Untuk memastikan kualitas tersebut, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meninjau langsung Jalan Sokaraja–Kalimanah pada Selasa (23/12/2025). Jalur yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata pegunungan itu dinilai layak dan aman dilalui, terutama menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru.
Menurut Taj Yasin, kondisi jalan yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama liburan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi berkomitmen menjaga kesiapan seluruh ruas jalan provinsi agar dapat digunakan dengan aman dan nyaman.
Manfaat perbaikan jalan juga dirasakan langsung oleh warga. Abdul, warga Banyumas, mengungkapkan bahwa kelancaran lalu lintas berdampak positif terhadap aktivitas masyarakat dan roda perekonomian setempat.
Sepanjang 2025, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jawa Tengah telah menyelesaikan 27 paket peningkatan jalan senilai Rp484,65 miliar, serta 52 paket rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan dengan nilai Rp315,42 miliar. Total pembenahan mencakup panjang jalan dan jembatan provinsi hingga 2.440,12 kilometer.
Kepala DPU BMCK Jateng, Hanung Triyono, menyampaikan bahwa sejumlah jalur strategis menjadi prioritas, termasuk ruas Semarang–Godong yang berfungsi sebagai jalur alternatif saat Pantura tergenang banjir, serta Jalan Brigjen Sudiarto di Kota Semarang yang memiliki volume lalu lintas tinggi.
Meski proyek peningkatan telah rampung, Pemprov Jateng tetap mewaspadai potensi kerusakan akibat musim hujan. Untuk itu, tim reaksi cepat disiagakan di sembilan Balai Pengelolaan Jalan guna memastikan lubang jalan dapat ditangani maksimal dalam waktu 1 x 24 jam.
Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jalur tengah Jawa Tengah dipastikan siap menjadi alternatif jalur Pantura dan tol. Sejumlah ruas penghubung antardaerah dinyatakan layak dan aman dilalui.
Sejak awal masa jabatan, perhatian terhadap infrastruktur dasar menjadi prioritas utama kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Jalan-jalan provinsi yang kini semakin mantap menjadi bukti arah kebijakan tersebut, sekaligus menjadi penggerak aktivitas masyarakat, perekonomian daerah, dan simbol kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari warga.
IMG-20251226-WA0039-1024x683.jpg
IMG-20251226-WA0028-1536x1024.jpg
IMG-20251226-WA0031-1024x682.jpg
IMG-20251226-WA0032-1024x682.jpg