KAHMI Kebumen Soroti Pentingnya Kader HMI Jadi Generasi Berguna, Bukan Generasi Lemas

KEBUMEN – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) bersama HMI Cabang Kebumen menggelar acara silaturahmi lintas generasi di Mexolie Hotel, Minggu (19/4/2026). Pertemuan yang mengusung tema "Merajut Kekuatan HMI dan KAHMI Kabupaten Kebumen dalam Membangun Umat" ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

Hadir pula Dewan Penasehat KAHMI Kabupaten Kebumen Ir Mohammad Yahya Fuad SE, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, serta pimpinan OPD.

 

Koordinator MD KAHMI Kebumen, Agus Sunaryo, menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antara alumni (KAHMI) dan kader aktif (HMI). Uniknya, panitia tidak menggunakan mekanisme undangan formal, melainkan melalui sistem pendaftaran mandiri untuk menyesuaikan dengan kesibukan anggota yang berasal dari berbagai latar belakang profesi.

"Melalui momentum ini, kita ingin mempertemukan keluarga besar. Potensi-potensi kader juga kita tampilkan, salah satunya melalui pembacaan puisi tadi," ujar Agus.

Dalam sambutannya, Agus juga memberikan pesan khusus kepada para kader HMI sebagai calon pemimpin masa depan. Ia mengingatkan bahwa menyongsong Indonesia Emas 2045 yang tinggal 19 tahun lagi, para kader harus mempersiapkan diri dengan matang agar menjadi generasi yang berdaya saing.

"Jangan sampai adik-adik menjadi 'generasi cemas' atau 'generasi lemas'. Organisasi ini adalah kawah candradimuka supaya kalian menjadi orang yang berguna bagi bangsa," tegasnya.

 

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sambutannya memberikan apresiasi atas peran strategis KAHMI selama ini. Bupati menyampaikan kabar baik mengenai kondisi makro ekonomi daerah. Setelah bertahun-tahun berada di peringkat terbawah dalam angka kemiskinan di Jawa Tengah, pada tahun 2025 posisi Kebumen tercatat mulai membaik.

"Alhamdulillah, di tahun 2025 kita mulai melihat pergerakan. Kebumen tidak lagi berada di posisi paling bawah, tetapi berada di peringkat kedua termiskin di Jawa Tengah. Ini menunjukkan ada upaya yang mulai berjalan, meskipun pekerjaan rumah kita masih panjang," ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah saat ini fokus pada langkah nyata yang menyentuh masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi desa hingga peningkatan kualitas SDM. Ia berharap KAHMI dan HMI dapat mengambil peran aktif dalam memberikan masukan konstruktif dan menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan.

"KAHMI memiliki pengalaman dan jejaring, sementara HMI memiliki energi dan idealisme. Jika keduanya berjalan bersama dan bersinergi dengan pemerintah, ini akan menjadi kekuatan besar untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kebumen," pungkasnya.

IMG-20260419-WA0180.jpg IMG-20260419-WA0188.jpg IMG-20260419-WA0187.jpg IMG-20260419-WA0186.jpg IMG-20260419-WA0182.jpg IMG-20260419-WA0183.jpg