Salat Id di Alun-alun Kebumen: Isi Khotbah Tekankan Pentingnya Iman, Akhlak, dan Teknologi

KEBUMEN – Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H bersama keluarga besar di Alun-alun Pancasila Kebumen, Jumat 20 Maret 2026.

Kehadiran Bupati didampingi oleh sang suami, Ir. Mohammad Yahya Fuad, SE, serta putra-putrinya, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika dan Khalisha Adelia Aziza.

Pelaksanaan ibadah tahunan ini berlangsung khidmat dengan Ustaz Alif Muharom bertindak sebagai imam, sementara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen, Joko Purnomo, bertugas sebagai khatib.

Dalam khotbahnya, Joko Purnomo menekankan bahwa puncak rasa syukur adalah kemampuan seorang hamba untuk konsisten beribadah kepada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa Ramadhan selama 30 hari merupakan kawah candradimuka bagi umat Islam untuk melatih regulasi diri.

“Syukur yang nyata tercermin dalam aktivitas lahir dan batin yang berorientasi pada ketaatan. Mereka yang terbiasa menahan kenikmatan saat demi tujuan yang lebih besar memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan,” ujar Joko di hadapan jemaah.

Ia menambahkan bahwa Idulfitri harus menjadi momentum pengabdian yang lebih luas. Lulusan Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pribadi yang saleh secara ritual, namun juga memiliki kepribadian sosial yang tangguh.

 

Menyoroti Isu Kemanusiaan dan Penguasaan Teknologi

Suasana khotbah sempat menghening saat khatib menyoroti kondisi global, khususnya genosida yang menimpa rakyat Palestina. Hal tersebut disebutnya sebagai luka mendalam bagi kemanusiaan sekaligus bukti nyata hilangnya kewibawaan hukum internasional.

Joko Purnomo merefleksikan bahwa jumlah umat Islam yang mencapai hampir 2 miliar jiwa saat ini tampak tercerai-berai. Sebagai solusinya, ia mengajak jemaah untuk membangun fondasi peradaban yang kuat melalui perpaduan iman, akhlak, dan ilmu pengetahuan.

“Kita tidak cukup hanya memiliki kesalehan spiritual. Realita dunia menunjukkan bahwa kita membutuhkan penguasaan teknologi. Mari kita perdalam ilmu pengetahuan agar umat tidak terus tertinggal di kancah global,” tegasnya.

 

Pesan Bupati untuk Warga

Menutup rangkaian ibadah, khatib berpesan agar Idulfitri tidak dianggap sebagai garis finis, melainkan garis awal untuk membawa nilai-nilai pendidikan Ramadhan ke kehidupan sehari-hari.

Usai salat, Bupati Lilis Nuryani langsung berbaur dan bersalam-salam dengan warga. Kerumunan jemaah tampak antusias mengajak orang nomor satu di Kebumen tersebut untuk berfoto bersama.

“Selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin untuk seluruh warga Kebumen. Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai awal untuk membangun daerah kita menjadi lebih baik,” pungkas Bupati Lilis singkat.

IMG-20260320-WA0026.jpg IMG-20260320-WA0027.jpg IMG-20260320-WA0035.jpg IMG-20260320-WA0045.jpg IMG-20260320-WA0055.jpg IMG-20260320-WA0057.jpg IMG-20260320-WA0037.jpg IMG-20260320-WA0047.jpg IMG-20260320-WA0063.jpg IMG-20260320-WA0033.jpg