Lestarikan Tradisi dan Sport Tourism, Bupati Lilis Dukung Pacuan Kuda Ambal Digelar Maret

KEBUMEN – Tradisi turun-temurun Pacuan Kuda Ambal pasti kembali menyapa masyarakat. Ajang upacara bertajuk Bupati Kebumen Cup 2026 diselenggarakan di Lapangan Krido Turonggo Desa Kaibonpetangkuran Kecamatan Ambal, pada tanggal 24 hingga 26 Maret 2026.

Hal ini terungkap dalam audiensi Panitia Pacuan Kuda Ambal bersama Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di ruang kerja kompleks Rumah Dinas Bupati, Senin 23 Februari 2026.

Ketua Panitia, Sodikul Anwar, hadir didampingi Ketua Pordasi Kebumen, Setyo Mujiono, dan Plt. Camat Ambal, Agung Cahyono.

Sodikul Anwar menjelaskan bahwa event ini bukan sekadar ajang adu cepat, melainkan ikon sport pariwisata yang menarik minat peserta nasional. Hingga saat ini, sekitar 170 ekor kuda dari Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, hingga Kalimantan Selatan dan Sulawesi telah mengkonfirmasi kehadiran mereka.

“Peserta (kuda) dari luar daerah bahkan sudah mulai berdatangan di Ambal. Untuk kelas yang dipertandingkan masih sama seperti tahun sebelumnya, mulai dari Kelas F (1.000 meter) hingga kelas tertinggi, yaitu Kelas A Terbuka dengan jarak tempuh 2.000 meter,” papar Sodikul.

Selain gengsi, panitia juga meningkatkan nilai hadiah tahun ini demi menjaga kompetisi daya tarik agar setara dengan acara serupa di daerah lain. 

 

Dukungan Penuh Bupati Lilis

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut hangat rencana ini dan menyatakan dukungan penuhnya. Mengingat ia sempat hadir langsung pada gelaran tahun lalu, ia menekankan pentingnya aspek promosi dan keselamatan.

“Saya minta promosi digencarkan agar masyarakat terhibur. Hal yang tidak kalah penting adalah faktor keselamatan, baik bagi penonton maupun keamanan kudanya sendiri,” tegas Bupati Lilis.

Di sisi lain, panitia mengungkapkan kebanggaannya bahwa Lapangan Ambal merupakan salah satu lintasan pacuan kuda lokal terbaik di Jawa Tengah. Mengingat sejarahnya yang panjang sejak era 1950-an, panitia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan agar perjalanan tersebut dipatenkan menjadi lintasan permanen.

“Ini adalah tradisi yang sudah ada sejak zaman ayah saya kecil. Harapan kami, jika perjalanan ini dipermanenkan, tradisi kelestarian akan terjaga, ekonomi warga lokal terangkat, dan sektor pariwisata Kebumen semakin kuat,” pungkas Sodikul.

IMG-20260223-WA0049.jpg IMG-20260223-WA0047.jpg IMG-20260223-WA0033.jpg IMG-20260223-WA0044.jpg IMG-20260223-WA0036.jpg IMG-20260223-WA0050.jpg IMG-20260223-WA0035.jpg IMG-20260223-WA0042.jpg IMG-20260223-WA0039.jpg IMG-20260223-WA0046.jpg