Gubernur Jateng Dorong Pengembangan Desa Berbasis Potensi Lokal untuk Percepat Kesejahteraan

BOYOLALI — Desa bersama kepala desanya memegang peranan strategis sebagai garda terdepan pembangunan nasional. Oleh sebab itu, setiap desa perlu dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menjadi narasumber dalam Lokakarya Desa/Kelurahan Berprestasi yang merupakan bagian dari Peringatan Hari Desa Nasional. Kegiatan ini digelar di Pendopo Gedhe, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026).

Selain Gubernur Jawa Tengah, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani, serta Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Desa, La Ode Ahmad P Bolombo.

Dalam paparannya, Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah desa terbanyak di Indonesia, yakni sebanyak 7.810 desa yang tersebar di 29 kabupaten. Ribuan desa tersebut memiliki beragam potensi, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, kawasan pesisir, infrastruktur, sumber daya manusia, hingga pengembangan ekonomi lokal.

Ia mencontohkan potensi pertanian melalui desa lumbung pangan yang mencakup 334 desa sentra padi di 16 kabupaten dengan dukungan 657 kelompok lumbung pangan. Selain itu, terdapat pula sentra jagung yang pada tahun 2025 menghasilkan produksi sebesar 3,69 juta ton dan tersebar di 449 desa pada 20 kabupaten.

Jawa Tengah juga memiliki 2.331 desa mandiri energi (DME), yang terdiri atas 28 desa kategori mapan, 165 desa berkembang, dan 2.138 desa inisiatif.

“Setiap desa di Jawa Tengah memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda, baik dari sisi pariwisata, produk unggulan, kearifan lokal, maupun potensi lainnya,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menjalankan berbagai program untuk memperkuat pembangunan desa, antara lain melalui peningkatan bantuan keuangan desa serta penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Di hadapan ratusan kepala desa dan lurah berprestasi dari seluruh Indonesia, Luthfi menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan desa adalah menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan memerlukan kerja sama lintas sektor yang terintegrasi, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga kementerian terkait.

Sementara itu, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Desa, La Ode Ahmad P Bolombo, menyampaikan bahwa pembangunan desa yang berbasis potensi lokal merupakan kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama menjaga desa agar pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan desa dalam menangkap peluang yang ada. Sebagai contoh, Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan mudik nasional dapat dikembangkan dengan menjadikan desa-desa sebagai “happy village” yang nyaman dan menarik bagi masyarakat.

IMG-20260114-WA0042.jpg IMG-20260114-WA0044-1024x683.jpg IMG-20260114-WA0043.jpg IMG-20260114-WA0045-1024x682.jpg IMG-20260114-WA0040-1024x682.jpg