Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh Solid di 2025, Investasi dan Serapan Tenaga Kerja Menguat
SEMARANG – Kinerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen sepanjang 2025 menunjukkan capaian positif, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi daerah.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Firmansyah, menilai bahwa meskipun masa kepemimpinan Ahmad Luthfi belum genap satu tahun, perekonomian Jawa Tengah telah memperlihatkan tren perbaikan. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,37 persen (year on year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,04 persen, serta meningkat dibandingkan semester I 2025 yang sebesar 5,13 persen.
Menurut Firmansyah, arah kebijakan pembangunan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Sejumlah indikator kinerja utama bahkan telah menunjukkan hasil sesuai target, salah satunya penurunan tingkat kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2025 mencapai 9,48 persen, turun dibandingkan September 2024 yang berada di angka 9,58 persen. Meski demikian, Firmansyah menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan masih menjadi tantangan yang perlu terus diperkuat agar target jangka panjang dapat tercapai.
Di sektor investasi, kebijakan Pemprov Jateng yang mendorong masuknya investasi padat karya dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pada triwulan III 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp66,13 triliun dan mampu menyerap sebanyak 326.462 tenaga kerja.
Namun, Firmansyah menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menyambut kebutuhan industri. Ia merekomendasikan penguatan pendidikan vokasi, baik di tingkat SMK maupun diploma, serta penyesuaian kurikulum agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
Sementara itu, Plt Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa capaian pembangunan Jawa Tengah sepanjang 2025 berada pada jalur yang tepat. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, hingga pengendalian inflasi, seluruh indikator menunjukkan tren positif.
Endang menegaskan komitmen BPS dalam menyediakan data dan analisis yang terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan, sehingga program pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran melalui kolaborasi lintas sektor.
Senada dengan itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Provinsi Jawa Tengah, Zulkifli, menyebutkan bahwa pada tahun pertama kepemimpinan Ahmad Luthfi, berbagai capaian strategis telah diraih. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bahkan masuk dalam 10 besar nasional dan sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RKPD Perubahan 2025.
Zulkifli menambahkan, selain penurunan kemiskinan, realisasi investasi pada triwulan III 2025 juga mencatat serapan tenaga kerja tertinggi dibanding provinsi lain di Pulau Jawa. Ke depan, Pemprov Jateng akan memfokuskan perhatian pada pengembangan industri bernilai tinggi dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
IMG-20251227-WA0064-1024x682.jpg
IMG-20251227-WA0053-1024x683.jpg
IMG-20251227-WA0026-1024x683.jpg
IMG-20251227-WA0028-1024x683.jpg
IMG-20251227-WA0032-1024x682.jpg