Kebumen – Menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang memadai, Bupati Kebumen Lilis Nuryani memantau langsung progres perbaikan dan pembangunan sejumlah ruas jalan dan jembatan di Kabupaten Kebumen.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Lilis memantau lima titik infrastruktur, baik yang telah rampung maupun yang masih dalam tahap pelaksanaan dan persiapan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk memastikan pembangunan infrastruktur konsisten berjalan.
Salah satunya ruas Jalan Stadion–Gemeksekti, khususnya di sekitar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kebumen. Ruas jalan beton sepanjang 3,23 kilometer tersebut direncanakan mendapat penanganan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Penanganan akan dilakukan dengan perkerasan beton di kawasan Gemeksekti, sementara ruas awal dari Perempatan Stadion hingga SMA Negeri 2 Kebumen akan menggunakan aspal.
Bupati juga meninjau ruas Jalan Kabekelan–Lembupurwo (Pasar Bonorowo) sepanjang 11,7 kilometer hingga kawasan Pasar Bonorowo yang telah rampung 100 persen. Sebelumnya, ruas dari pertigaan barat Jembatan Bogowati hingga Pasar Bonorowo kerap dilaporkan rawan kecelakaan. Setelah dilakukan perbaikan, kondisi jalan kini memadai, dan berdasarkan laporan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kebumen, Joni Hermawan, angka kecelakaan turun drastis.
“Alhamdulillah laporan ditindaklanjuti dan perbaikan rampung angka kecelakaan menurun,” ujar Kepala DPUPR Kebumen, Joni Hermawan saat mendampingi Bupati Lilis (14/9/2026).
Sementara itu, pembangunan Jalan Wilis Kebumen saat ini memasuki tahap persiapan kontrak dan telah sampai pada penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
Bupati Lilis turut memantau rencana pembangunan Jembatan Luk Ulo Ronggowarsito yang berada di seberang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pejagoan. Tahap perencanaan pembangunan tersebut saat ini berjalan lebih cepat dari target. Jembatan yang berdiri sejak tahun 1995 itu merupakan salah satu jalur utama yang mendukung mobilitas masyarakat.
Bupati Lilis menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara utuh, mulai dari pemantauan kebutuhan, pelaksanaan pembangunan hingga memastikan manfaatnya dirasakan warga.
“Pembangunan infrastruktur harus menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas mereka. Karena itu, kami terus memantau langsung progres di lapangan,” ujar Bupati Lilis.
Bupati Lilis juga mengajak masyarakat untuk terus melapor apabila masih terdapat infrastruktur yang belum memadai dan menghambat aktivitas agar dapat menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan dan prioritas pembangunan.
