Lambang Daerah Kabupaten Kebumen merupakan identitas resmi yang mencerminkan sejarah, karakter, potensi, serta cita-cita masyarakat Kabupaten Kebumen. Penggunaan dan makna lambang daerah diatur dalam:

  • Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 6 Tahun 2022 tentang Lambang Daerah.
  • Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 30b/DPRD-GR/70 tanggal 14 Oktober 1970 tentang Penggunaan dan Pemakaian Lambang Daerah Kabupaten Kebumen.

Makna Unsur-Unsur Lambang Daerah

Perisai

Perisai memiliki perbandingan ukuran 4 : 3 dan melambangkan tekad, semangat, serta kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Kebumen dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bintang Bersegi Lima

Bintang berwarna kuning emas melambangkan kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pegunungan

Pegunungan melambangkan keteguhan hati, ketahanan menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menggambarkan kondisi geografis Kabupaten Kebumen yang sebagian wilayahnya berupa daerah pegunungan.

Gua

Gua berwarna hitam memiliki beberapa makna, yaitu:

  • Melambangkan ketenangan dan kesederhanaan masyarakat Kebumen.
  • Menggambarkan kawasan gua sebagai pusat pendidikan, penelitian ilmu kebumian, dan wisata berkelanjutan.
  • Mencerminkan bentang alam Kebumen yang terbentuk dari proses tumbukan lempeng tektonik dan karstifikasi sehingga menghasilkan banyak gua alami, termasuk habitat burung walet.

Laut

Laut berwarna biru melambangkan semangat perjuangan yang terus bergelora namun tetap membawa kedamaian. Unsur ini juga menggambarkan letak geografis Kabupaten Kebumen yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia.

Burung Lawet

Dua ekor burung lawet berwarna hitam melambangkan:

  • Ketekunan, kegigihan, dan semangat masyarakat dalam membangun daerah.
  • Kehidupan yang harmonis, seimbang, dan saling melengkapi, sebagaimana filosofi hidup berpasangan.

Padi dan Kapas

Padi dan kapas merupakan simbol kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

  • 8 butir padi melambangkan bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan Indonesia sekaligus bulan Hari Jadi Kabupaten Kebumen.
  • 5 kuntum kapas melambangkan lima sila Pancasila.
  • Secara keseluruhan melambangkan cita-cita masyarakat yang adil, makmur, tercukupi sandang, pangan, dan papan.

Mata Rantai

Mata rantai berwarna kuning yang saling terhubung berjumlah 17 buah, melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menggambarkan kuatnya persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Bambu Runcing

Bambu runcing berwarna kuning terdiri atas 9 ruas, melambangkan semangat kepahlawanan dan perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Batu Bata dan Genteng

Batu bata dan genteng berwarna merah terdiri atas:

  • 16 buah batu bata
  • 2 buah genteng

Unsur ini menggambarkan bahwa industri batu bata dan genteng merupakan salah satu sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah lama menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Kabupaten Kebumen di samping sektor pertanian.

Tulisan "Bhumi Tirta Praja Mukti"

Secara harfiah, Bhumi Tirta Praja Mukti berarti "Tanah dan Air untuk Kesejahteraan Bangsa dan Negara."

Makna filosofinya menggambarkan rasa syukur masyarakat Kebumen atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa tanah yang subur, sumber daya alam yang melimpah, pegunungan, hutan, sungai, lahan pertanian, kawasan karst, pantai, laut, hingga potensi hasil bumi dan industri rakyat. Seluruh potensi tersebut menjadi modal pembangunan yang harus dimanfaatkan secara bijaksana demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju cita-cita bangsa Indonesia, yaitu masyarakat yang adil, makmur, dan diridai Tuhan Yang Maha Esa.

Tulisan "KEBUMEN"

Tulisan KEBUMEN berwarna putih dengan garis hitam berfungsi sebagai penegas bahwa lambang tersebut merupakan Lambang Daerah Kabupaten Kebumen.

Makna Warna dalam Lambang

Setiap warna yang digunakan memiliki filosofi sebagai berikut:

  • Biru Laut : Kedamaian.
  • Kuning : Keluhuran.
  • Kuning Emas : Keluhuran dan keagungan.
  • Hijau : Kesuburan dan harapan.
  • Hitam : Keabadian.
  • Putih : Kesucian.
  • Merah : Keberanian.
  • Cokelat : Potensi kekayaan alam yang terpendam.
  • Biru Langit : Keluasan wawasan dan kejernihan pikiran.

Makna Angka dalam Lambang

Beberapa unsur pada lambang juga mengandung makna historis yang berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Kebumen.

  • Jumlah ombak terdiri atas 10 ombak di bagian atas dan 11 ombak di bagian bawah, sehingga berjumlah 21, melambangkan tanggal 21 sebagai Hari Jadi Kabupaten Kebumen.
  • Jumlah batu bata (16 buah), genteng (2 buah), dan ruas bambu runcing (9 ruas) membentuk angka 1629, yang merupakan tahun Hari Jadi Kabupaten Kebumen.
  • Delapan butir padi melambangkan bulan Agustus, yaitu bulan Hari Jadi Kabupaten Kebumen sekaligus bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Tujuh belas mata rantai melambangkan tanggal 17 Agustus 1945, hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui keseluruhan unsur tersebut, Lambang Daerah Kabupaten Kebumen tidak hanya menjadi identitas visual daerah, tetapi juga merepresentasikan sejarah, kondisi geografis, potensi sumber daya alam, semangat perjuangan, serta harapan masyarakat untuk mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berbudaya.