KEBUMEN – Goa Jatijajar di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, akan dibenahi secara menyeluruh menyusul minimnya kunjungan wisatawan dan sejumlah fasilitas yang dinilai kurang terawat. Pembenahan diarahkan untuk mengembalikan kenyamanan pengunjung sekaligus menghidupkan kembali daya tarik salah satu ikon wisata Kebumen tersebut.

 

Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau langsung kondisi Goa Jatijajar pada Kamis (1/10/2026). Dari peninjauan tersebut, pemerintah daerah bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta pemerintah desa menyiapkan langkah revitalisasi kawasan.

“Hari ini saya berada di wisata Goa Jatijajar yang begitu terkenal. Kami melihat langsung kondisinya, dan bersama Dinas Pariwisata serta pemerintah desa, kami akan merenovasi agar Goa Jatijajar kembali populer,” kata Lilis.

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar mengatakan, pembenahan diperlukan karena jumlah kunjungan ke Goa Jatijajar masih belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kondisi sejumlah fasilitas pendukung juga menjadi perhatian.

“Cukup berat apabila ini dipikul hanya oleh dinas. Perlu kerja sama lintas instansi, mulai dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, paguyuban pedagang, hingga masyarakat sekitar,” ujar Frans.

 

Goa Jatijajar masih memiliki posisi penting dalam sektor pariwisata Kebumen. Objek wisata tersebut tercatat sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata terbesar di Kabupaten Kebumen.

Sejak 18 Agustus 2026, pengelolaan Goa Jatijajar diambil alih sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen. Pengelolaan tersebut menjadi momentum bagi Pemda untuk melakukan pembenahan sekaligus menyiapkan konsep pengembangan wisata yang ditargetkan mulai menunjukkan hasil pada 2027.

 

Tiket masuk Goa Jatijajar dipatok Rp15.500 pada hari kerja dan Rp20.500 pada akhir pekan. Tarif tersebut setara dengan tiket Goa Petruk yang lebih diarahkan sebagai destinasi wisata minat khusus.

Dengan pembenahan fasilitas, penataan kawasan, serta penguatan pengelolaan, pemerintah berharap Goa Jatijajar tidak hanya kembali ramai dikunjungi, tetapi juga memberi dampak lebih besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.