KEBUMEN – Geopark Kebumen merupakan kawasan taman bumi yang mengintegrasikan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya dalam satu wilayah yang dikelola secara berkelanjutan. Nama “geopark” berasal dari dua kata, yakni geo yang berarti bumi dan park yang berarti taman, sehingga geopark dapat dimaknai sebagai taman bumi yang menyimpan berbagai kekayaan alam dan budaya.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Geopark Kebumen menjadi ruang konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kawasan ini mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Geopark Kebumen memiliki tiga unsur utama yang saling melengkapi, yaitu geologi, biologi, dan budaya.
Kekayaan Geologi, Jejak Perjalanan Bumi di Kebumen

Unsur geologi atau geodiversity menjadi salah satu daya tarik utama Geopark Kebumen. Kawasan ini menyimpan berbagai situs geologi yang memiliki nilai ilmiah tinggi dan menjadi saksi perjalanan panjang pembentukan Pulau Jawa.
Beberapa warisan geologi yang dimiliki Geopark Kebumen antara lain batuan serpentinit, fenomena columnar joint, batuan lempung warna-warni, sekis mika, hingga kawasan karst yang membentuk gua-gua alami. Berbagai situs tersebut menjadikan Kebumen sebagai laboratorium alam yang penting bagi penelitian dan pendidikan.
Keberadaan situs-situs geologi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Kebumen menyimpan sejarah geologi yang terbentuk selama jutaan tahun dan menjadi bagian penting dari perkembangan ilmu kebumian di Indonesia.
Kekayaan Hayati yang Perlu Dilestarikan

Selain kekayaan geologi, Geopark Kebumen juga memiliki keragaman hayati atau biodiversity. Berbagai spesies flora dan fauna hidup dan berkembang di kawasan ini.
Beberapa kekayaan biologis yang menjadi ciri khas Geopark Kebumen di antaranya kelapa genjah entog, kawasan konservasi penyu, hutan mangrove, serta sapi Peranakan Ongole (PO) yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Keanekaragaman hayati tersebut tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga mendukung sektor ekonomi masyarakat melalui pertanian, peternakan, hingga pengembangan wisata berbasis lingkungan.
Warisan Budaya yang Tetap Terjaga

Geopark Kebumen tidak hanya berbicara mengenai alam, tetapi juga budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Beragam tradisi dan kesenian lokal menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kawasan geopark.
Sejumlah warisan budaya yang masih lestari antara lain Tari Cepetan, tradisi Cowongan, kesenian Ebleg, kerajinan batik, hingga bangunan bersejarah Benteng Van der Wijck.
Keberagaman budaya tersebut mencerminkan hubungan erat antara manusia dan lingkungan yang telah terjalin selama berabad-abad. Pelestarian budaya menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga identitas masyarakat Kebumen di tengah perkembangan zaman.
Perjalanan Geopark Kebumen Menuju Pengakuan Dunia

Perjalanan Geopark Kebumen dimulai pada tahun 2016 dengan penetapan kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2018, kawasan ini memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong yang meliputi 12 kecamatan dan 117 desa.
Pada tahun 2022, Geopark Kebumen mulai memasuki tahap pengusulan menuju UNESCO Global Geopark (UGGp). Selanjutnya, pada tahun 2023, wilayah geopark diperluas dari 12 menjadi 22 kecamatan dan resmi berganti nama menjadi Geopark Kebumen dengan mengusung tema “The Glowing Mother Earth of Java”.
Proses pengakuan internasional terus berlanjut melalui validation mission oleh tim UNESCO Global Geopark pada tahun 2024. Puncaknya, pada tahun 2025, Geopark Kebumen menerima sertifikat UNESCO Global Geopark di Paris, Prancis.
Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Kebumen untuk terus menjaga dan mengembangkan kawasan geopark sebagai pusat konservasi, pendidikan, penelitian, dan pariwisata berkelanjutan.
Dengan perpaduan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya, Geopark Kebumen hadir sebagai bukti bahwa alam dan manusia dapat hidup berdampingan secara harmonis. Keberadaannya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kebumen, tetapi juga warisan berharga yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

